Tuesday, November 12, 2013

Upah Buruh Murah Bukan Keunggulan dalam Industri

Era buruh murah sudah berakhir di Indonesia. Pernyataan tersebut ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar kalangan dunia usaha tidak menjadikan upah buruh murah sebagai keunggulan komparatif.
Dalam pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Istana Bogor, Senin (4/11), Presiden mengatakan agar upah buruh jangan dijadikan lagi sebagai keunggulan untuk memproduksi produk industri yang lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Untuk itu, produktivitas dan efisiensi buruh harus terus ditingkatkan.
Presiden mengungkapkan, buruh layak untuk sejahtera. Namun, penentuan upah buruh juga harus rasional mempertimbangkan kondisi dan situasi ekonomi perusahaan. Presiden selalu mengajak dunia usaha dapat duduk bersama dengan para buruh.
Peran dunia usaha, kata Presiden, tidak lepas dari jasa para buruh. Karena itu, ia meminta pengusaha dan buruh bisa berkomunikasi dengan baik dalam mengatasi masalah upah.
"Peningkatan upah buruh dengan kemampuan dunia usaha, bicarakan baik-baik. Ketemu, dijalankan. Ketika sudah berjalan, jangan disegel, kita ingin buruh sejahtera, perusahaan juga tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Jangan dibiarkan kalau ada kekerasan yang tidak perlu," kata Presiden.
Presiden mengatakan, dia telah mengeluarkan instruksi khusus mengenai hal tersebut. Untuk itu, dia berharap panduan yang diberikan terkait penetapan upah tersebut dilaksanakan sesuai prosedur.




Sumber : suaramerdeka.com

No comments:

Post a Comment