Tuesday, November 12, 2013

Ketua KSPI: Omongan Apindo Omongan Orang Panik

TUDINGAN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bahwa aksi unjuk rasa buruh sudah anarkis dibantah oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.
Lalu, bagaimana dengan tudingan lain, seperti demo buruh ditunggangi? Vinsensius Segu dari InilahREVIEW mewawancarai Said Iqbal di kantornya, Jumat sore pekan lalu. Petikannya:
Apa sebenarnya target dari aksi demo yang Anda lakukan?
Mengembalikan kesejahteraan kaum buruh agar pertumbuhan perekonomian Indonesia dapat dirasakan juga oleh semua rakyat. Hidup ini harus berbagi,jangan perusahaan untung tapi upah buruh tetap murah.Ini kan tidak adil. Para buruh jangan hanya dijadikan sebagai pekerja outsourcing terus. Kami melakukan demo untuk mengubah itu. Dan, ukuran mengubah adalah perintah undang-undang. Lalu, apanya yang salah dengan gerakan kami?

Pengusaha menganggap demo buruh sudah di luar batas, karena melakukan intimidasi atau menyandera pimpinan pabrik. Tanggapan Anda?
Itu kan pendapat mereka, kita tentu punya pendapat yang berbeda. Yang berhak memberikan penilaian itu polisi. Sampai saat ini tidak pernah ada statement dari pihak kepolisian yang negatif, bahkan Kapolda Metro Jaya mengatakan demo buruh berlangsung baik dan tertib. Dan, sampai saat ini tidak ada buruh yang dikriminalkan atau dipenjara. Memang ada satu dua pabrik yang sampai pagarnya roboh, tapi itu masih normatif dan tidak masuk kategori anarkis. Kami sangat mengapresiasi peran kepolisian dalam hubungan industrial sudah sangat tepat.
Apindo mengatakan aksi demo itu tidak dilakukan oleh buruh yang bekerja di perusahaan yang menjadi anggotanya.Komentar Anda?
Statement itu tidak tepat. Sesungguhnya buruh yang demo kemarin itu adalah buruh yang bekerja di pabrik itu. Karena serikat pekerja mereka adalah bagian dari federasi.Jadi, mereka meminta kepada perangkat federasi agar ada aksi solidaritas. Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan buruh yang demo bukan buruh yang bekerja di pabrik itu.
Apindo juga mempertanyakan apakah benar yang berdemo itu adalah organisasi yang mewakili buruh?
Saya melihat itu hanya statement kepanikan pengusaha saja. Kepanikan terhadap rencana pemerintahuntuk menghapus tenaga alih daya (outsourcing), dan mendukung kenaikan komponen KHL (Kebutuhan Hidup Layak) buruh. Pemerintah sekarang sudah mulai memikirkan kesejahteraan rakyat dan buruh Indonesia.
Indikator pertumbuhan ekonomi kita yang terus membaik,seharusnya diikuti dengan daya beli masyarakat yang juga naik. Sangat ironis kalau pertumbuhan naik, tapi KHL buruh tetap rendah. Itu hanya omongan orang panik saja. Seharusnya pengusaha ngaca dulu. Jangan buruk muka, tapi cermin yang dibelah.
Apindo juga mensinyalir bahwa yang demo itu sebagian besar bukan buruh, tapi pengangguran?
Ha-ha-ha…, itu kan kata mereka. Semua bisa dibuktikan mereka dari PT mana. Kami sebagai federasi memiliki data lengkap mengenai anggota kami.Sekali lagi saya katakan itu hanya statement orang panik.
Ada isu kalau aksi buruh ini ditunggangi oleh kepentingan lain.
Saya tegaskan bahwa 100% gerakan buruh ini tidak ada yang memboncengi.Tidak ada yang menunggangi.Tidak ada intrik politik,tidak ada kekuatan-kekuatan tertentu atau kelompok-kelompok tertentu yang adainterest terhadap pemerintah. Ini murni isu buruh, isu rakyat. Jadi, saya tegaskan tidak ada kepentingan lain dalam aksi-aksi kami, selain memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh.
Pengusaha mengancam akan hengkang bila buruh terus menekan mereka. Komentar Anda?
Mereka hengkang itu karena didemo atau alasan lain, kan bisa dilihat dulu.Perlu dicatat bahwa dari enam perusahaan yang mereka sebut bakal hengkang, semuanya bermasalah. Dari tiga bulan lalu mereka memang sudah menghentikan produksi karena bermasalah.
Memang kami melakukan sweeping,itu karena negara lalai dalam law enforcement. Alasan kami sweeping karena mereka mempekerjakan tenaga outsourcing pada kegiatan pokok produksi yang sebenarnya tidak boleh. Perlu juga diketahui bahwa sebelum aksi sweeping pihak serikat pekerjanya telah membuat surat ke manajemen, tapi tidak ada tanggapan. Dari sekitar 120-an perusahaan yang bermasalah, ada sekitar 90% memilih berunding dan tidak kita sweeping.Itu yang tidak pernah diangkat oleh Apindo.



Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment