Ribuan buruh dari berbagai daerah di ring I seperti Surabaya, Sidoarjo,
Gresik, Pasuruan dan Mojokerto, akan menggelar aksi demo hari ini, Rabu
(20/11/2013). Demo rencananya dilakukan di dua titik yakni Gedung
Grahadi dan kantor Gubernur Jawa Timur.
Massa yang tergabung
dalam Komite Aksi Anti Upah Murah (KAAUM) Jawa Timur ini akan mengawal
dan menuntut Gubernur Jatim Soekarwo untuk segera menetapkan Upah
Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2014.
"Agenda tuntutan kami agar
gubernur segera dan harus menetapkan UMK di Jawa Timur sesuai
rekomendasi masing-masing daerah yang telah dikirim ke gubernur," ujar
Koordinator KAAUM Jatim Sukarji saat dihubungi detikcom.
Selain
itu, mereka juga menuntut gubernur untuk menetapkan UMK Surabaya sesuai
dengan daerah di sekitarnya. Pasalnya, usulan UMK Surabaya Rp 2,2 juta
dinilai rendah dibandingkan dengan Gresik dan Pasuruan.
"Kami minta gubernur segera menetapkan dan menyesuaikan seperti daerah di sekitarnya," terangnya.
Terkait
dengan dua versi usulan UMK Mojokerto dari buruh Rp 2.426 juta dan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Rp 1,7 juta, Sukarji meminta
gubernur juga segera menetapkan yang KHL-nya sesuai dengan surat edaran
(SE) Gubernur Jatim.
Penetapan UMK 2014 ini maksimal sudah
digedok pada 21 November 2013. Dalam kurun waktu dua hari ini, buruh
akan terus mengawalnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka akan
menginap di depan gedung Grahadi atau kantor gubernur.
"Selambat-lambatnya memang 21 November. Kalau memungkinkan, 20 November atau malam nanti sudah ditetapkan," tandasnya.
Sumber : detiknews.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment