Monday, November 11, 2013

Upah buruh naik, Astra janji takkan PHK karyawan

Meningkatnya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) membuat beberapa perusahaan mengalami kerugian. Namun, tidak halnya dengan Grup Astra.
Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto, mengatakan dirinya tidak mengkhawatirkan kenaikan UMP. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya mengklaim tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Saya juga agak miris akhirnya pengangguran kok bertambah, ada satu bab fenomena baru. Tapi kami bersyukur bahwa di Astra tidak terjadi (PHK) sampai hari ini, kami tak melakukan tersebut," ujarnya saat acara 'Workshop Wartawan Pasar Modal' di Bandung, Sabtu (9/11).
Menurutnya, komunikasi yang baik antara karyawan dan pimpinan perlu dijaga agar 'letupan-letupan' di dalam perusahaan bisa diatasi dengan baik.
"Walaupun ada letupan-letupan tapi adem-adem saja. Kami yang penting ada komunikasi yang baik antara pihak-pihak perusahaan dan perwakilan karyawan ini penting harus dijaga," jelasnya.
Karyawan, lanjutnya, merupakan aset berharga bagi perusahaan. Maka dari itu pihaknya berkomitmen akan terus menjaga karyawan sebaik-baiknya.
"Even karyawan sekecil apa pun di Astra itu aset. Kami karyawannya sudah 190 ribu, ini adalah domino efek kalau sampai terjadi apa-apa," ungkap dia.
Prijono mengaku, pihaknya tidak hanya sebatas memberikan upah sesuai UMP kepada para karyawannya melainkan tunjangan-tunjangan lain. "Rata-rata pegawai kami juga mendapat lembur jadi tidak hanya dapat UMP, lembur dan akhir tahun dapat bonus. Jadi sama-sama enak kitalah," tutupnya.



Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment