Monday, November 11, 2013

Tegang, Buruh Sweeping Kawasan Industri di Kab. Tangerang

Aksi mogok daerah (Modar) yang digelar berbagai elemen buruh di Kabupaten Tangerang diwarnai ketegangan.
Situasi ini terjadi karena ratusan buruh menggelar mensweeping ke sejumlah pabrik di kawasan industri, Senin (11/11).
Sejumlah kawasan industri yang menjadi sasaran sweeping, antara lain kawasan industri Cikupa, Curug dan juga Balaraja.
Petugas keamanan industri di kawasan Cukang Galih, Curug, misalnya bahkan sempat menghadang massa buruh yang berupaya melakukan sweeping. Beruntung ketegangan mereda, setelah masing-masing perusahaan mengizinkan buruhnya ikut bergabung turun ke jalan.
“Tadi memang sempat ada sweeping, tapi setelah kami berkoordinasi akhirnya manajemen perusahaan mengizinkan karyawan bergabung,” ujar Tri, salah satu keamanan pabrik di kawasan industri Cukang Galih, Curug.
Tri mengaku pihak perusahaannya tidak mengetahui jika hari Senin ini ada aksi mogok, sehingga pabrik tidak meliburkan karyawannya.
“Justru tadi saya berkoordinasi dulu dengan pimpinan, tapi sekarang sudah diperbolehkan berhenti beroperasi,” kata Tri.
Sementara Ratno, salah seorang kordinator buruh di Tangerang menegaskan sweeping dilakukan untuk mengajak semua buruh turun ke jalan. Karena aksi yang digelar untuk kesejahteraan buruh juga nantinya.
"Tak ada yang boleh kerja, semuanya ikut demo untuk kesejahteraan kita bersama. Pokoknya hari ini tak ada yang masuk kerja,’’ tegas Ratno.
Seperti diberitakan, selain massa Kabut Bergerak, ribuan buruh yang tergabung dalam DPC K-SPSI Kabupaten Tangerang juga bakal kembali mogok, Senin ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada sekitar 10.000 buruh yang bakal turun dalam aksi mogok kali ini.
Mereka akan terkonsentrasi di sejumlah titik kawasan industri, seperti Kedaton, Bitung, Pasar Kemis dan Balaraja.
Massa buruh juga akan menggruduk kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang untuk mendesak penetapan UMK tahun 2014 yang layak.
Selain menolak Inpres Nomor 9/2013 tentang pembatasan upah minimum, buruh juga terus memperjuangkan penghapusan sistem kerja kontak dan alih daya (outsourcing) yang dinilai sudah sangat menyengsarakan kaum buruh dan pekerja.




Sumber : bantenhits.com

No comments:

Post a Comment