Monday, November 11, 2013

Tenaga Kerja Lulusan SD Perlu Kursus Bersertifikasi

Banyaknya angkatan kerja lulusan sekolah dasar (SD) menjadi salah satu indikator yang membuat Indeks Pembangunan Indoesia kalah dengan negara lain.

Pendidikan yang menjadi salah satu alat ukur indeks pembangunan, berpengaruh besar terhadap hal ini. Untuknya, pemerintah perlu segera merumuskan sebuah langkah untuk menetapkan sertifikasi angkatan kerja agar para pekerja yang hanya lulus SD bisa memiliki nilai jual di kancah international.

"Kalau indeks pembangunannya bisa kalah. Namun ini bukan hanya sekedar masalah indeks. Pemerintah buatlah kursus-kursus yang disertifikasi. Jadi mereka bisa menjadi ahli dengan ketrampilan sertifikasi tingkat international yang mungkin bisa dikirim juga ke luar negeri. Misal jadi koki international yang ada di hotel-hotel bintang 5 di Dubai," ujar Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Nina Sapti Triaswati, Minggu, (10/11/2013).

Nina mengaku, saat ini pihaknya dengan beberapa ahli dan pemerintah tengah mencoba merumuskan bagaimana cara untuk menetapkan sebuah sertifikasi angkatan kerja ini. Perhatian penuh pun dibutuhkan mengingat pentingnya konsep tersebut nantinya berjalan, bukan hanya sekadar rencana.

"Pada 13-14 November nanti di Surabaya kita coba memetakan itu, menjaring strategi besar. Target ini bukan hanya ada di atas kertas, petanya harus diperjelas," ujar wanita yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini.

Nina berharap, pemerintah akan serius dan dengan cepat menemukan formula sertifikasi. Dengan demikian, angkatan kerja Indonesia segera mampu bersaing dengan angkatan kerja dari luar negeri saat 2015 free trade berlangsung.

"Nanti kan mereka (negara lain) juga akan punya standar khusus, demikian juga Indonesia perlu menetapkan standar khusus bagi pekerja dari luar. Ini harus segera diselesaikan," pungkasnya.




Sumber : okezone.com

No comments:

Post a Comment