Friday, November 22, 2013

Sekjen Aspelindo Ternyata Kader PKS

(ASPELINDO) bernama Budiyanto, ternyata adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Oleh buruh, ASPELINDO dianggap sebagai pihak bertanggungjawab atas kekerasan terhadap buruh dalam mogok nasional 31 Oktober-1 November lalu.
Di Pemilihan Legislatif 2014, Budiyanto kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dengan nomor urut 2 dari PKS di daerah pemilihan (Dapil) Bojongmangu-Cibarusah-Cikarang Pusat-Cikarang Selatan-Serang Baru-Setu.


Ia mengampanyekan diri secara online di blog “Budiyanto for Bekasi” dan laman Facebook “Relawan Budiyanto”.
Dilansir dari Bekasi.co (7/11), Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin pernah mengaku kecewa dengan ASPELINDO, pasca buruh melaporkan Neneng ke Mabes Polri.
Sebelum aksi mogok nasional, wanita ini bertemu dengan ASPELINDO dan sejumlah ormas di Hotel President Club (PEC), Jababeka. Pertemuan itu menjadi semacam konsolidasi pemerintah, aparat dan ormas yang memberikan restu kepada ormas untuk mengamankan kawasan industri pada saat mogok nasional.
"Saya sudah bertemu dengan Hartono waktu itu di Hotel President Club (PEC), Jababeka. Ditempat itu, Hartono yang merupakan ketua Aspelindo sepakat berjanji tidak akan anarkis saat aksi itu, tapi pada kenyataan justru berbeda," jelas Neneng.

Saat mogok nasional, puluhan buruh terluka terkena pukulan dan bacokan senjata dari anggota ormas. Satu orang buruh harus dioperasi karena tengkoraknya retak oleh sabetan senjata tajam.
ASPELINDO melakukan berbagai cara untuk mengamankan kawasan industri dari mogok nasional. Dari memberikan surat peringatan ke Rumah Buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), memasang sejumlah spanduk yang mengecam mogok nasional sampai dengan mengerahkan milisi bersenjata tajam untuk menghalau buruh yang mengikuti mogok nasional.





Sumber : solidaritas.net

No comments:

Post a Comment