Thursday, November 7, 2013

Buruh Tolak Penetapan Besaran KHL Upah

Anggota Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tangerang Selatan (Tangsel) dari unsur buruh, Agus Karyanto, mengatakan, Depeko Tangsel telah menetapkan besaran komponen hidup layak (KHL) di wilayah Tangsel dalam rapat pleno yang berlangsung Senin (4/11/2013).
Akan tetapi, besaran KHL yang ditetapkan itu ditolak karena merasa nilainya terlalu kecil. Agus mengungkapkan, rapat pleno yang dihadiri unsur pemerintah kota, pengusaha, dan buruh itu menetapkan besaran KHL senilai Rp 2.226.540.
Karena kecewa dengan nilainya, Agus mengaku tak ikut menandatangani kesepakatan itu. "Kemarin dewan pengupahan melakukan rapat penentuan KHL. Hasilnya ditetapkan sebesar Rp 2.226.540. Cuma, saya nggak sepakat, nggak mau tandatangan," ujar Agus kepada Warta Kota, Rabu (6/11/2013).
Meski tak ikut menandatangani, menurut Agus besaran KHL itu sudah final. "Meskipun saya nggak tandatangan, tapi kan itu forum. Bagaimanapun saya menentang, kalau forum sepakat ya saya nggak bisa apa-apa," bilangnya.
Terkait penolakannya, Agus menerangkan, penentuan KHL dilakukan sebagai dasar penentuan Upah Minimum Kota (UMK). Menurutnya, tidak mungkin nilai UMK akan tinggi bila KHL kecil.
"Sementara, kita survey sekarang ini kan untuk menentukan UMK tahun berikutnya. Siapa yang bisa memprediksi tahun depan tidak akan ada kenaikan inflasi? Itu yang jadi alasan saya tidak sepakat," tutur Agus.
Menurut versi Agus, besaran KHL di Tangsel seharusnya mencapai Rp 2.424.000. Angka tersebut didapat mengacu pada inflasi di Tangerang Raya tahun ini yang rata-rata 9,8 persen.
"Hasil survey terhadap harga-harga kebutuhan pokok menunjukkan bahwa nilai KHL sekarang sudah di atas UMK yang kita tetapkan kemarin yang sebesar RP 2,2 juta. Harusnya UMK untuk tahun depan ya di atas itu dong. Bagaimana caranya, ya pake prediksi inflasi di tahun ini," bilang Agus.
Ancam mogok Menyikapi besaran KHL yang telah ditetapkan, Agus mengatakan unsur buruh akan melakukan pertemuan untuk mengambil langkah. Tak tertutup kemungkinan buruh akan kembali mogok massal seperti 1 November lalu demi memperjuangkan haknya.
"Kita akan melakukan konsolidasi ke teman-teman di tingkatan grass root. Akan kita sampaikan bahwa inilah hasilnya. Bagaimana reaksi kawan-kawan nanti saya sendiri belum tahu. Bisa jadi kita akan kembali melakukan aksi turun ke jalan seperti kemarin," kata Agus.
Meski telah ditetapkan, Agus yakin besaran KHL masih bisa diubah. "Kenapa tidak? Kecuali Tuhan kan semua masih mungkin diubah," begitu ia berujar.
Hingga kini, terang Agus, unsur buruh belum menentukan sikap. Namun, besaran KHL itu akan dibahas oleh buruh seantero Tangerang Raya. "Bagaimana sikap selanjutnya kita belum tahu karena hari ini teman-teman di Kabupaten juga masih survey KHL," pungkasnya.




Sumber : tribunnews.com

No comments:

Post a Comment