Friday, November 15, 2013

Untuk maju, Indonesia tak bisa cuma andalkan upah buruh murah

Bank Indonesia (BI) menilai, untuk menjadi negara maju, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan aspek upah buruh murah dan hasil bumi mentah. Indonesia harus mulai mampu memberikan nilai tambah pada komoditas perdagangan.
"Indonesia sebagai middle income country tidak bisa lagi hanya mengandalkan pada upah buruh yang murah dan aktivitas ekstraktif semata," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo saat acara 'Sambutan GBI dan Bankers Dinner tahun 2013' di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (14/11).

Menurut Agus, sudah saatnya Indonesia beralih ke model pertumbuhan yang memberi penekanan pada kapabilitas industrial yang meningkat. "Keseluruhan upaya mengatasi berbagai defisit struktural di sisi penawaran perlu didudukkan sebagai upaya bersama membangun ekosistem inovasi di seluruh Indonesia sebagai sebuah new growth mode," jelasnya.
Dalam ekosistem tersebut, perlu proses difusi teknologi, aktivitas penelitian dan inovasi, hak kekayaan intelektual, pembiayaan inovasi (risk capital) serta kegiatan pendidikan, saling berinteraksi tanpa hambatan. Selain itu juga ketersediaan konektivitas baik fisik maupun digital perlu ada untuk menopang.
"Diharapkan hal tersebut bertransformasi menjadi semakin efisien dan berdaya saing global dengan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam lingkungan ekonomi yang lebih stabil," ungkap dia.




Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment