Thursday, November 14, 2013

Penetapan UMK Kota Bekasi Masih Terganjal Kamar Mandi!

Salam Kompasiana,
Pekan yang menentukan terkait penentuan UMK Kota Bekasi dan kedepan juga UMP Kabupaten Bekasi, perundingan yang masih berlangsung antara perwakilan serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Indonesia) sejauh ini (11/11) belum menemukan kata putus terkait besaran UMK Kota Bekasi (sejauh informasi besaran yang diajukan adalah Rp. 2,9 Juta walaupun ketika MONAS kemarin tuntutannya Rp. 3,7 Juta).
Belum rampungnya atau belum putusnya besaran UMK tahun 2014 untuk Kota Bekasi karena masih terhalang dengan tiga Komponen Hidup Layak (KHL) dan masih akan terus dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan bipartite lanjutan.
“Salah satunya, serikat pekerja menuntut tempat tinggal yang layak tersebut memiliki kamar mandi didalam, sementara dari pihak pengusaha merasa keberatan dan menganggap kamar mandi diluar sudah cukup layak,” ungkap Sudirman, Kabid Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi (sumber : Palapa pos)
Bicara kelayakan memang relatif, kecenderungan tentang kamar mandi harus didalam rumah memang sebuah keharusan kan ndak mungkin tengah malam kita harus keluar dari rumah menuju kamar mandi diluar rumah. Apalagi kalau kamar mandi digunakan bersama-sama dengan tetangga sebelahnya sebagaimana yang kita ketemukan dibeberapa kontrakan yang disewakan.
Bahkan disinetron “Tukang Bubur naik haji” yang biasa mentas tiap malam saja, ada sebuah segmen dimana isteri baru pak Haji Muhidin meminta syarat akan pindah ke rumah Haji Muhidin kalau sudah dibangunkan kamar mandi didalam kamar mereka. Alasannya karena privacy dan didalam rumah bukan mereka berdua tetapi ada bapak mertua dan menantua pak haji.
Saya sendiri kurang memahami bagaimana cara perhitungan untuk komponen tempat tinggal harus memiliki kamar mandi didalam, tetapi sebagai sebuah tuntutan hal itu patut diapresiasi tinggal bagaimana kita mencari solusi terbaik alias win win solution utamanya berapa persen sich kontrakan-kontrakan yang kamar mandinya diluar dibandingkan yang didalam, kemudian berapa sich margin perbedaan harga sewa dari dua tipe tersebut dan item lainnya.
Semoga saja perundingan bipartite mengenai UMK Kota Bekasi dan UMP Kabupaten Bekasi dapat menemukan kesepakatan bagi kedua belah pihak dan tanpa menimbulkan ekses dikemudian hari seperti kekecewaan terhadap apa yang telah diputuskan karena nominalnya jauh dari yang diharapakan,serta keterkaitan besaran nilai UMK/UMP Bekasi 2014 yang bisa jadi akan melebihi nominal yang sudah ditetapkan untuk UMP DKI Jakarta sebesar Rp. 2,4 juta.





Sumber : kompasiana.com

No comments:

Post a Comment