Saturday, November 23, 2013

Bupati Sukabumi Optimis Penetapan UMK Akan Berjalan Lancar

Bupati Sukabumi Sukmawijaya, Sabtu (23/11/2013) mengungkapkan sudah menjadi resiko para buruh bila para pengusaha meninggalkan Sukabumi karena ketidakmampuan membayar Upah Kerja Minimum (UMK) 2014. Sebelum mengajukan UMK kepada provinsi dirinya sudah melakukan musyawarah kepada setiap perwakilan buruh agar tidak tinggi menentukan UMK.
"Tetapi hal itu tidak digubris oleh para buruh. Padahal para buruh sangat keberatan atas besaran UMK," kata Sukawijaya.

Penetapan UMK 2014 Kabupaten Sukabumi oleh gubernur Jawa Barat Akhmad Heryawan sebesar Rp 1.565.922. menjadi kewajiban para pengusaha untuk membayar para buruhnya "Resiko sebuah ketetapan, Ƭaρí bagaimana menyikapi resiko-resiko yang akan datang, "katanya
Pihaknya mengimbau agar semua pihak, harus memahami penetapan UMK 2014. Tidak bagus para pengusaha dan buruh saling mengancam buruh, karena bukan solusi untuk memecahkan masalah. karena itu, Sukma optimistis penetapan UMK akan berjalan dengan lancar dan menguntungkan semua pihak yang ada.
"Saya optimistis UMK berjalan lancar. Memang kondisi di lapangan sedikit panas karena tahun politik mungkin,"katanya.



Sumber : pikiran-rakyat.com

No comments:

Post a Comment