Friday, November 1, 2013

Ini Penyebab Buruh Tak Hadiri Rapat Penetapan UMP

Rapat Dewan Pengupahan untuk menetapan besaran upah minimum provinsi (UMP) DKI yang diselenggarakan di Balaikota DKI pada Rabu (30/10/2013) kemarin, mengalami penundaan. Sebab dari tiga unsur yang ada di Dewan Pengupahan, unsur serikat pekerja atau buruh tak hadir dalam rapat pengesahan UMP.

"Diharapkan dalam rapat susulan yang rencananya digelar kembali pada Kamis (31/10/2013) hari ini, buruh dapat hadir sehingga besaran UMP dapat ditetapkan," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Disnakertrans DKI, Hadi Broto di Balaikota DKI Kamis (31/10/2013).

Hadi mengakui, ketidakhadiran buruh dikarenakan ada konflik internal di kubu para pekerja. Sebab, dari 7 perwakilan tersebut berasal dari federasi buruh yang berbeda. "Komandan mereka beda, ada yang Iqbal ada yang Andi Gani. Dia kan hanya memerankan dari kebijakan pimpinan. Bisa jadi konflik horizontal karena kepemimpinan elitnya," jelasnya.

Ia mengungkapkan, satu-satunya buruh yang hadir yakni Dedi dalam rapat Dewan Pengupahan. Buruh itu mengadu kepada dirinya bahwa mendapat ancaman teror dari enam perwakilan buruh lainnya.

"Dia (Dedi) tunjukkan SMS dari teman-temannya ke saya, kok kesannya malah diancam seperti itu ya. Dia tunjukin SMS-nya dan bilang pak saya diancam, dibilang pengkhianat lah segala macam karena hadir di sini'," tandasnya.


Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment