Friday, November 1, 2013

Dihadang Ormas, Buruh Ancam Mogok Lebih Besar

Jakarta - Bentrokan yang terjadi antara ormas dengan buruh di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat membuat para buruh di kota lainnya semakin marah. Sebab, bentrokan itu mengakibatkan delapan orang mengalami luka dan 18 kendaraan mengalami kerusakan.

Karena itu para buruh mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk mengantisipasi adanya halangan dalam melancarkan aksi mogok menuntut kenaikan upah minimum 50 persen secara nasional dan Rp3,7 juta untuk wilayah DKI Jakarta.



Hal ini dikatakan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal yang menyatakan pihaknya tidak gentar menghadapi ormas bayaran. "Kita tidak takut preman yang dibayar. Buruh sedang memperjuangkan nasibnya dan keluarga mereka juga," katanya, Kamis (31/10/2013).

Menurutnya, jika ada satu orang buruh yang terluka dalam bentrokan, pihaknya akan menggelar aksi mogok dengan massa yang jauh lebih besar.

Dirinya juga meyakinkan kepada kaum buruh agar tidak takut memperjuangkan nasibnya, meskipun mendapat perlawanan dari ormas. Terlebih, aksi yang dilakukannya sudah melakukan izin terlebih dulu ke Mabes Polri.

"Mogok merupakan hak buruh yang dilindungi konstitusi. Jika ada perusahaan yang memecat buruh karena ikut mogok nasional, maka kita akan pidanakan perusahaan tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan bentrokan antara ormas dengan buruh terjadi pada Kamis (31/10/2013) di kawasan EJIP, Bekasi, Jawa Barat.

Anggota ormas itu tidak suka dengan adanya aksi buruh karena dianggap akan berdampak ke perekonomian mereka seperti warung makan dan ojek.

Kemudian mereka (anggota ormas) turun ke jalan untuk menghadang para buruh. "Saat ini situasi di sekitar lokasi sudah kondusif. Sudah ditangani Polsek Cikarang, Polres Bekasi dan Polda Metro Jaya," tandasnya.


Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment