Wednesday, November 27, 2013

Kantor diserbu buruh, bupati Tangerang pergi ke luar kota

Ribuan buruh dari berbagai elemen menyerbu Kantor Bupati Tangerang Zaki Iskandar, Senin (25/11). Mereka berbondong-bondong dari berbagai elemen serikat dan aliansi silih berganti melakukan orasi.

Buruh kecewa, karena sang bupati tidak ada di tempat. "Ternyata Bupati Tangerang tidak berpihak dengan buruh," kata Ketua Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Koswara.

Informasi dari bagian humas menyatakan, Zaki sempat menghadiri paripurna penyampaian Raperda inisiatif dewan. Namun, saat buruh datang Zaki pergi keluar kota.

Karena tidak ada di tempat, para demonstran langsung kecewa. "Ketidakhadiran bupati menjadi bukti, kalau bupati yang dipilih pada Pilkada yang lalu tidak berpihak pada buruh dan kaum pekerja," tuding Koswara.

Padahal, pihaknya sudah jauh-jauh hari melayangkan surat pemberitahuan terhadap Pemkab Tangerang. "Kami minta UMK Tangerang direvisi dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 2,6 juta," teriak Koswara.

Sementara Ketua KSPSI Ahmad Supriyadi mengatakan, angka yang direkomendasikan Bupati Tangerang terhadap UMK Tangerang Rp 2,4 jutaan itu tidak realistis. "Sebab angka Rp 2,6 jutaan yang direkomendasikan dewan pengupahan dari unsur pekerja dan buruh sudah realistis dan angka yang kompromi dari permintaan awal Rp 3,7 juta," katanya.




Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment