Saturday, November 2, 2013

Pimpinan DPR khawatir isu upah buruh dipolitisir

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan angkat bicara soal hubungan buruh dengan pengusaha yang belakangan memanas. Di satu sisi buruh menuntut kenaikan upah, di sisi lain pengusaha keberatan atas hal itu.

"Pengusaha mengancam akan merelokasi usahanya dan mungkin cabut dari Indonesia. Buruhnya mengancam akan mengerahkan massa yang lebih banyak. Ini menunjukkan hal yang kurang harmonis," kata Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/10).



Taufik menyarankan agar, pemerintah, pengusaha dan buruh, segera berunding mencari solusi bersama. Sebab, dia khawatir persoalan upah buruh dijadikan alat politik pihak tak bertanggung jawab.

"Jangan sampai ini menjadi isu politik di daerah dan saling mengancam. Tapi di sisi lain, pengusaha juga diharapkan selektif untuk memenuhi kebutuhan minimal buruh yang tentunya menjadi cover atau perlindungan dari atas setiap tenaga kerja kita," tutupnya.

Taufik juga menambahkan, kunci permasalahan ini berada pada UU Tenaga Kerja. Sehingga tuntutan yang tidak realistis terhadap gaji ada standarisasinya.



Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment