Wednesday, December 4, 2013

Alasan Penangguhan UMK Tidak Tepat

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Semarang Heru Budi Utoyo, menuding alasan pengusaha yang hendak menangguhkan UMK  bukan alasan tepat. Menurut dia, tidak semua pengusaha terkena dampak terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
''Pengusaha jangan mengalihkan tuntutan UMK dengan alasan tingginya belanja bahan baku oleh nilai tukar rupiah,'' katanya.

Alasan itu, menurut Heru mengada-ngada karena selama ini pengusaha di Jateng telah membayar upah buruh dengan nilai paling rendah secara nasional.  ''Pengusaha pun sudah punya manajemen untuk mengantisipasi kondisi ini, toh selama ini mereka membayar buruh secara rendah,'' ujarnya.
Rencana penangguhan UMK di Jateng itu, kata Heru lagi, menjadi ancaman tersendiri bagi buruh yang sedang mendorong revisi UMK tahun 2014 dan telah diteken oleh gubernur Jawa Tengah.
Heru dan asosiasi buruh di Jawa Tengah pun meminta agar Gubernur Ganjar Pranowo merevisi besaran upah sesuai dengan hitungan survei kebutuhan pokok berdasarkan prediksi bulan Desember dan prediksi inflasi tahun 2014.
''Kalau nilainya kami hitung mencapai Rp 1,9 juta, kami pun meminta minimal UMK tahun 2014 Rp 1,532 juta. UMK 2014 Kota Semarang yang disetujui oleh Ganjar Rp 1,423.500 atau meningkat  dari 2013 Rp 1.209.000 per bulan," katanya.



Sumber : suaramerdeka.com

No comments:

Post a Comment