Monday, December 2, 2013

Upah pembantu, buruh tani, dan buruh pabrik kompak naik

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data terbaru kenaikan upah buruh di pelbagai sektor. Termasuk upah buruh tani yang secara nasional pada November 2013 mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen dibanding pada Oktober 2013. Upah buruh tani naik dari Rp 42.322 menjadi Rp 42.480 per hari. Secara riil, upah buruh tani naik 0,23 persen dari Rp 27.002 menjadi Rp 27.065.
Kenaikan upah buruh tani sejalan dengan kenaikan UMP di setiap daerah. BPS menjelaskan, kenaikan upah tersebut merupakan dampak dari demo besar-besaran yang dilakukan oleh buruh industri.
"Upah buruh tani meningkat dampak ikut-ikutan demo buruh untuk naik gaji," ujar Kepala BPS, Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12).

Upah buruh bangunan juga ikut mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen dibanding bulan lalu, yakni dari Rp 74.569 menjadi Rp 75.006 per hari. Upah pembantu rumah tangga juga ikut naik sebesar 0,13 persen yakni dari Rp 328.363 menjadi Rp 328.794 per hari.
Sementara itu, upah buruh industri juga mengalami peningkatan di triwulan II-2013 dibanding triwulan I-2013, yaitu sebesar Rp 1.619.000 menjadi Rp 1.625.200.
"Tapi secara riil mengalami penurunan sebesar 0,51 persen, yaitu Rp 1.166.600 menjadi Rp 1.160.600," ucapnya.Upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh. Semakin tinggi upah riil maka semakin tinggi daya beli upah buruh atau sebaliknya.
Upah buruh industri tembakau atau rokok, industri furnitur, industri semen/kapur dan industri logam kompak mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan sekitar 0,38 persen.
Menurut Suryamin, kenaikan upah buruh industri logam paling tinggi dibanding industri lainnya mengalami kenaikan 0,95 persen, yaitu dari Rp 2.122.500 menjadi Rp 2.142.700. Sedangkan, upah buruh industri furnitur justru mengalami penurunan dari Rp 1.098.200 menjadi Rp 1086.000.



Sumber : merdeka.com

No comments:

Post a Comment