Wednesday, October 23, 2013

Perjuangkan Aspirasi Buruh, Said Iqbal dapat Penghargaan dari Belanda

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang juga Presiden Konfedrasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez award dari Presiden FNV Mondiaal Belanda, Ton Heerts. Hal ini tidak lepas dari upaya Said memperjuangkan buruh di Indonesia.

Penghargaan yang diberikan tiap dua tahun sekali itu oleh serikat pekerja Belanda (FNV) ditujukan bagi mereka para pemimpin buruh dan aktifis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara mereka. Nama Febe Elisabeth Velasqueza diabadikan karena dia adalah pimpinan serikat pekerja di El Salvador yang terbunuh saat berjuang tahun 1989 akibat tragedi pengeboman saat makan siang bersama 10 orang anggotanya.

"Ini merupakan penghargaan terbesar bagi FSPMI, KSPI dan juga seluruh buruh Indonesia," kata Said kepada detikFinance saat ditanya kebenaran pemberitaan tersebut, Kamis (23/05/2013).

Said Iqbal terpilih dari 200 kandidat pemimpin serikat pekerja seluruh dunia. Ia dipilih karena bisa membangun kesadaran kelas buruh Indonesia khususnya di FSPMI dan KSPI untuk berjuang secara militan mengawal Demokrasi di Indonesia.

"Sejak tahun 2008, saya bersama anggota di FSPMI dan KSPI konsisten memperjuangan tiga tuntutan utamanya yaitu jaminan sosial, upah layak dan hapus outsourcing ilegal yang melanggar aturan ketenagakerjaan," katanya.

Ia mengakui dalam memperjuangkan aksinya strategi yang dilakukan adalah konsep, lobby, aksi atau disingkat KLA. Namun aksi alias demonstrasi menjadi senjata utama kekuatan para buruh. Ia tidak tanggung-tanggung menurunkan puluhan ribu massa buruh beraksi di jalan Ibukota.

"Aksi itu sering mendapatkan intimidasi dari oknum keamanan dan preman bila kedua langkah tersebut nggak mendapatkan hasil maka pilihan terakhir adalah mobilisasi massa anggota melalui aksi damai agar suara buruh bisa didengar oleh pemerintah dan parlemen," jelasnya.

Sumber : Detik.com

No comments:

Post a Comment