Wednesday, October 23, 2013

Said Iqbal: “Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat, Bukan Sebagian Rakyat”

Salah besar jika ada yang mengatakan, buruh suka bikin onar. Itu tidak benar. Faktanya, yang bikin onar itu adalah pengusaha hitam yang membayar upah murah. Yang bikin onar itu adalah mereka yang merampas tanah para petani. Yang bikin onar itu adalah mereka yang membayar honor guru dengan harga murah sekali. Dan yang paling membikin onar di negeri ini adalah para koruptor yang telah merampok kekayaan negara.
Karena itulah, hari ini kita sengaja membuat dialog kebangsaan. Kita siap berdiskusi dan berembug, untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan bangsa ini. Dialog kita hari ini dihadiri kurang lebih 20 ribu peserta yang berasal dari 20 Provinsi.
Kenapa kita memulai dialog?
Karena kita ingin mengatakan, bahwa negeri ini bukan milik sekelompok elit tertentu. Negeri ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
Dulu nenek moyang kita sama-sama berjuang agar Indonesia merdeka. Darah mereka tumpah untuk membela negara ini. Apa bedanya darah yang tumpah dari nenek moyang para penguasa dan pengusaha hitam itu dengan darah nenek moyangnya buruh, tani, dan nelayan?
Tidak ada bedanya, bukan?
Maka dari itu, kita semua pun memiliki hak yang sama atas Republik ini. Menjadi bagian yang penting dari negeri ini.
Saudaraku, siapkan diri kalian untuk turut membangun. Jangan pernah takut. Jangan mundur. Teruslah bergerak. Teruslah melawan. Berjuang untuk keadilan. Tentu saja, yang hendak kita perjuangan adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Bukan sebagian rakyat.
Tahukah Anda, Indonesia pertumbuhan ekonominya nomor 2 didunia. Negeri ini menjadi tujuan utama investasi. Mengalahkan Jepang, Korea, bahkan negara-negara maju lainnya. Tetapi apakah pertumbuhan ekonomi kita itu dinikmati oleh seluruh rakyat?
Jawabnya, tidak.
Korupsi merajalela dimana-mana. Seolah-olah negeri ini hanya milik kelompok mereka, yang bisa mereka keruk begitu saja kekayaannya untuk kepentingan dan kemakmuran kroni-kroninya. Tidak boleh lagi itu terjadi. Dan ini hari kita nyatakan, buruh pun berperang melawan korupsi.
Siapa yang bilang akan terjadi PHK besar-besaran jika upah naik besar? Siapa yang setiap saat menggembar-gemborkan Perusahaan akan hengkang jika buruh selalu memperjuangkan tuntutannya.
Saya minta, hentikan kebohongan itu.
Hentikan kebohongan itu.
Upah buruh di Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja dan Vietnam. Sedangkan dua negara ini baru saja merdeka. Tetapi bandingkan dengan Thailand dan Filipina, upah kita masih lebih kecil dari mereka.
Mohon maaf, bahkan upah minimum buruh kita upahnya masih lebih murah ketimbang para pembantu rumah tangga di Singapura.
Hilang harkat dan martabat bangsa kita karena upah yang murah itu. Andaikan disini upahnya layak, tentu mereka tak akan mau menjadi pembantu. Meninggalkan tanah air yang dicintainya ini.
Periksa petani kita nun jauh disana. Di pelosok-pelosok. Mereka kehilangan tanah. Terampas oleh perkebunan-perkebunan besar. Maka mari kita berjuang untuk tanah bagi kaum tani.
Bergeraklah kaum tani, untuk Indonesia yang lebih baik esok hari.
Sedih saya mendengar kaum guru honorer yang hanya digaji 200 ribu. Tapi mereka tak surut semangatnya untuk mengabdi. Mendidik putra putri bangsa ini agar cerdas dan berfikiran maju.
Lihat para koruptor. Berapa milliar uang yang sudah mereka rampok. Mereka tertawa-tawa dengan gelimang harta. Lalu ketika tertangkap, hukumannya hanya setahun dua tahun penjara. Miris kita semua mendengarnya.
***

Selamat pagi Indonesia baru!
Tulisan diatas adalah intisari dari apa yang disampaikan oleh Presiden KSPI/FSPMI dalam Dialog Kebangsaan di Istora Senayan, pada tanggal 21 Oktober 2013. Dialog Kebangsaan ini berjalan sukses dengan dihadiri kurang lebih 20 ribu peserta. Semoga spirit dari dialog ini menyebar. Untuk Indonesia yang lebih baik. Indoensia baru, yang sejahtera dan bermartabat.


Sumber : fspmi.or.id

No comments:

Post a Comment