Friday, February 21, 2014

Industri ALL Global Union Dukung Perjuangan Buruh Indonesia

Aksi pekerja Indonesia untuk mendapakan haknya yang layak melalui mekanisme kenaikan upah minimal (UMP/UMR) mendapat dukungan dari serikat buruh internasional Industri ALL Global Union.
Pemimpin serikat buruh internasional yang juga Sekjen Industri ALL Global Union, Jyrki Raina menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada buruh Indonesia dalam usahanya meningkatkan upah minimum untuk menjamin upah layak, reformasi sosial dan membatasi outsourcing.
“Kita mendukung empat isu utama yang disampaikan buruh Indonesia selama ini yakni kenaikan upah minimal buruh hingga 30%, pelaksanaan BPJS bagi seluruh rakyat Indonesia, penghapusan outsourcing, dan perlindungan hak-hak dasar pekerja”, kata Raina

Selain isu utama upah minimum, Raina juga menyatakan dukungannya pada jaminan kesehatan universal kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah diberlakukan mulai 1 Januari 2014.Meski masih ada sekitar 10 juta rakyat miskin yang belum ter cover dalam BPJS.
“Namun disayangkan ada upaya pengusaha untuk menarik kembali reformasi jaminan sosial yang sudah disahkan lewat UU BPJS. Ini merupakan ancaman bagi perdamaian serta keadilan sosial dan jalan Indonesia menuju kemakmuran bagi semua warga negara Indonesia”, imbuhnya.
Presiden KSPI Said Iqbal juga menyayangkan adanya. upaya Apindo untuk memberangus upaya-upaya demo buruh.
“Kami mendapat informasi Apindo melakukan pertemuan dengan Kapolri untuk memindak tegas demo-demo buruh. Ini ngawur, bukan pertemuannya, tapi permintaan Apindo. Kami minta Kapolri tidak terjebak dengan permintaan Apindo itu. Yang harus dilakukan kepolisian seharusnya bukan lagi security aproach (refresif) namun welfare aproach (pendekatan kesejahteraan)”, papar Iqbal.
Kenaikan upah, tambah Raina, sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Bahkan kenaikan upah hingga 30 persen tidak akan mengganggu iklim investasi. Sebab kenaikan upah bukan fokus utama bagi investor, melainkan bagaimana meningkatkan nilai invesasi.
“Upah pekerja itu terbanyak digunakan untuk konsumsi. Karena itu akan kembali pada peningkatan jual barang/ produk, yang pada akhirnya juga akan mendongkrak kemajuan industri itu sendiri”, jelas Raina.
“Labour cost itu cuma 5 hingga 10 persen. Itu sangat kecil. Fakanya di Indonesia labour cost lebih kecil lagi, yakni hanya 3,7 persen. Jadi tidak akan mempengaruhi harga-harga barang”, tambah Iqbal.
Selama kunjungannya di Indonesia 11-15 Februari 2014, Raina diagendakan akan bergabung dalam demonstrasi (unjuk rasa damai) dan berbagai kegiatan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan rapat industri ALL Indonesia Council.
Industri ALL Global Union beranggotakan 50 juta pekerja di 140 negara di sektor pertambangan dan energy, sektor manufaktur, dan juga merupakan kekuatan baru dalam solidaritas global yang berjuang untuk kondisi kerja yang lebih baik dan hak-hak serikat buruh di seluruh dunia. (BUD/PUR)



Sumber : fspmi.or.id

No comments:

Post a Comment