Friday, February 7, 2014

Chatib: Percuma Kalau Pertumbuhan dari Buruh Murah

Capaian pertumbuhan Indonesia sepanjang 2005-2012 rata-rata mencapai 5,9 persen per tahun. Angka ini telah membawa Indonesia masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income).

Kementerian Keuangan mencatat jika pertumbuhan ekonomi ke depannya berada pada angka rata-rata 6 persen, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,3 persen, Indonesia akan mampu masuk dalam kelompok negara berpendapatan tinggi (upper income countries).

Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan, jika tidak segera digarap secara serius pertumbuhan ekonomi hanya akan berada hanya pada level 5-6 persen. Karenanya, dia tidak memungkiri jika Indonesia dapat masuk ke dalam middle income trap.

"Kalau tidak kita hanya bisa hidup dalam ini, dimana income hanya dari sumber daya alam (SDA) datang dari buruh murah, akibatnya pertumbuhan ekonomi mungkin 5-6 persen tapi kita tidak bisa masuk dalam next step of development," tutur Chatib dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Menurut dia, jika Indonesia tidak bergerak cepat meningkatkan kualitas human capital-nya maka secara otomatis produktivitas tidak dapat ditingkatkan.

"Upah bisa ditingkatkan, tapi kalau kualitas orangnya perannya tidak naik, yang terjadi perusahaan tidak mau bayar gaji tinggi kalau produktivitas rendah, kualitas human capital harus dilakukan itu kunci menghindari midle income trap," tukasnya.



Sumber : okezone.com

No comments:

Post a Comment