Tuesday, February 4, 2014

Takut Disweeping Buruh, Pusat Belanja di Depok Tutup

Mempertanyakan pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta kesepakatan Upah Minimum Kota (UMK) yang ditetapkan sesuai SK Gubernur Jawa Barat, ribuan buruh Depok menggelar aksi turun ke jalan, Kamis 30 Januari 2014.

Aksi yang diikuti dari berbagai serikat pekerja ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Margonda dan Jalan Raya Bogor macet. Tak hanya itu, khawatir dengan adanya aksi sweeping buruh, sejumlah pusat belanja di kota itu pun memilih tutup untuk sementara waktu.

       
"Iya, kami tutup untuk sementara saja, usai demo buruh kami akan buka," kata Hendra salah satu petugas Satpam ITC Depok yang ditemui tengah berjaga di depan gerbang.
       
Dalam aksinya tersebut, buruh menyampaikan beberapa poin penting. Di antaranya, mempertanyakan apakah semua perusahaan di Kota Depok yang tidak melakukan penangguhan UMK telah melaksanakan UMK sesuai SK Gubernur Jabar. Dan bagaimana pelaksanaan BPJS kesehatan bagi buruh serta masyarakat Depok.
       
"Kami juga mempertanyakan apakah semua perusahaan di kota ini memberikan kebebasan kepada pekerja untuk berserikat," kata Lukman salah satu demonstran. Untuk menghindari hal tidak diinginkan, penjagaan ketat dilakukan aparat kepolisian di sejumlah titik. Salah satunya di depan kantor Wali kota Depok. Polisi juga ikut mengawal konvoi buruh itu.


Sumber : vivanews.com

No comments:

Post a Comment