Friday, November 29, 2013

Protes Jokowi, Buruh Blokir Pintu Tol Semanggi

http://img.okeinfo.net/content/2013/11/28/500/904401/L9VgsmQZ9v.jpg

Ribuan buruh memblokir pintu gerbang Tol Semanggi 1. Aksi ini dipicu kekecewaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang tidak mau merevisi nominal upah minimum provinsi.

Buruh Jawa Timur kembali demo protes keputusan gubernur

Ratusan buruh di Jawa Timur kembali turun jalan, Kamis (28/11) siang. Mereka menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo. Tuntutannya masih sama, kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2014.

Para buruh mengaku tidak puas dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 78 tahun 2013 tentang UMK di Jawa Timur tahun 2014 tertanggal 20 November 2013, yang mulai berlaku pada 1 Januari 2014 mendatang. Dalam Pergub itu, disepakati UMK Kota Surabaya adalah yang tertinggi dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. UMK Kota Pahlawan itu disepakati senilai Rp 2,2 juta.

"Pak De Karwo (Soekarwo), yang katanya gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo yang katanya Pakdenya orang Jawa Timur, ternyata tidak konsisten. Ternyata dia tidak pernah membela kaum buruh," kata koordinator aksi, Andy Peci.

Dalam orasinya, Andy juga mengatakan bahwa yang disepakati untuk UMK Surabaya adalah Rp 2,8 juta. Namun, yang diputuskan dalam Pergub adalah Rp 2,2 juta. "Pakde Karwo tidak konsisten dengan pernyataan dia sebelumnya," katanya.

Saat datang menuju Gedung Grahadi Surabaya, ratusan para buruh itu membawa poster pahlawan buruh, Marsinah dengan ukuran jumbo. Selain itu mereka membawa kumpulan huruf yang berbunyi: # K A R W O A L A Y.

Akibat aksi buruh ini, Jalan Gubernur Suryo kembali macet, meski para buruh tidak memblokir jalan.




Sumber : merdeka.com

Pagar Balaikota Roboh, 1.500 Polisi Disiagakan

Lebih dari 1.000 buruh dari DKI Jakarta, Tangerang dan daerah lainnya berdemonstrasi di Balaikota. Kamis (28/11). Aksi kali ini berlangsung tegang dan sebagian pagar Balaikota roboh oleh buruh. Pagar besi sepanjang kurang lebih 12 meter yang terletak sebelah gerbang utama dirobohkan buruh. Beberapa pohon juga dicabut dan diinjak-injak buruh yang gabung dalam Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB).

Sebuah pengatur aliran listrik dalam komplek Balaikota juga hampir roboh tertimpa pagar besi. Buruh juga beberapa mencoba merobohkan pagar utama yang dijaga water canon dan baracuda. Kabag Operasional Polres Jakarta Pusat, AKBP A Sinamebela mengatakan, kepolisian menyiagakan 1.500 personel. Dibantu dua satuan setingkat kompi (SSK) TNI dan Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. "Tadinya kita siagakan 500 personel polisi, tapi analisis intelegen mengatakan pendemo lebih 5.000 buruh maka kita tambah. Sementara TNI mem-back up kita, tidak diterjunkan," terangnya di Balaikota, Kamis (28/11).



Sumber : gatra.com