Monday, November 18, 2013

UMK tinggi, perusahaan ancam hengkang dari Sidoarjo

Beberapa pengusaha mengancam akan hengkang dari Sidoarjo. Hal ini dilakukan bila nantinya Upah Minimum Kabupaten (UMK) nilainya terlalu tinggi.

Ancaman beberapa pengusaha itu disampaikan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo. "Ada beberapa pengusaha yang mengaku akan memindah usahanya di daerah lain yang UMK-nya lebih rendah dari Sidoarjo," ujar Ketua Apindo Sidoarjo Sukiyanto, Senin (18/11/2013).

Apa yang disampaikan sejumlah pengusaha itu bukan main-main. Mereka akan memindah usahanya di Lamongan, karena di daerah ini UMK-nya jauh lebih murah.

Buruh Tangerang Minta Penetapan UMK Tidak Berkiblat ke DKI

Puluhan buruh yang tergabung dalam Perserikatan Buruh Independen (PBI) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang.

Kedatangan buruh untuk melakukan mediasi dengan Disnaker Kota Tangerang terkait akan digelarnya rapat pleno penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Tangerang yang akan digelar Rabu (20/11) pukul 10.00 WIB di Gedung DPRD Kota Tangerang.

Para buruh meminta kepada pihak Disnaker Kota Tangerang dan Dewan Pengupahan Kota Tangerang agar tidak mengacu pada UMK wilayah DKI Jakarta dalam menetapkan UMK di Kota Tangerang.

Buruh Bekasi Kepung Kantor Bupati

Ribuan buruh Bekasi melakukan aksi di Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi menuntut keputusan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Informasi yang didapatkan melalui Kasubag Humas Polresta Bekasi Kabupaten, AKP Bambang Wahyudi menjelaskan, aksi demo ribuan buruh hari ini di Pemkab Bekasi untuk menunggu hasil putusan UMK Kabupaten Bekasi yang belum disahkan.