Saturday, November 16, 2013

PT Selo Agung Janji Perbaiki Upah Pekerja, Komisi IV Sebut Disnakertransos Purwakarta Tidak Bekerja

Komisi IV menuding Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Purwakarta tidak melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada. Bukatinya hingga kini masih banyak pekerja yang mendapatkan upah tidak layak.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IV, Gandiwiria dan Alwi Dhani seusai audensi dengan PT Selo Agung yang ditutup pekerjanya lantaran dianggap melanggar peraturan pemerintah terkait pengupahan.
“Disnakertransos kami anggap tak bekerja apalagi bagian pengawasannya, dan setiap kali kita undang Kadisnya sendiri tidak pernah hadir,” ujar Alwi Dhani kepada bebasberita.com. Selasa (12/11).
Dijelaskan, PT Selo Agung adalah perusahaan pertambangan yang terpaksa tidak beroperasi karena dianggap tidak mengikuti peraturan pemerintah. “Apa kerja Dinas Tenaga Kerja sampai tidak mengetahui apa yang terjadi dengan pekerja di PT Selo Agung,” tandasnya.

Buruh di Jabar Tuntut UMK Standar Nasional

Ribuan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan – Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) menggelar unjuk rasa di depan halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (14/11). Dalam aksinya, massa buruh menuntut penetapan UMK di Jawa Barat mengikuti upah layak nasional, yakni Rp.3.2 juta.
Saat buruh beraksi, hujan mengguyur deras. Kendati begitu, massa tetap bertahan. Seorang oratur terus menyuarakan aspirasinya di atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi, sementara massa lainnya meneriakan yel-yel.
“Kami kesini, meminta Gubernur Jawa Barat untuk tidak mendengarkan usulan dewan pengupahan atau Apindo. Tapi berdasarkan survei yang telah dilakukan buruh,” ujar Koordinator Lapangan Yadi Fitriadi, kepada wartawan disela aksi.
Aksi ini mendapat pengawalan dari ratusan aparat kepolisian. Akibat aksi tersebut, lalu lintas di depan Gedung Sate dialihkan.



Sumber : bebasberita.com

Gubernur Dorong Investor Turki Masuk ke Jabar

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang sedang melakukan kunjungan ke Instanbul, Turki, mendorong investor dari Turki untuk masuk ke Provinsi Jawa Barat terutama berinvestasi di bidang tekstil.

"Khusus tekstil, sangat terbuka dan strategis untuk melakukan penjajagan kerjasama," kata Ahmad Heryawan, dalam siaran persnya, Senin.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong pengusaha lokal Jawa Barat untuk bermitra dengan sejumlah investor di Turki.