Wednesday, November 27, 2013

Status Digantung, Buruh Tensindo Mengadu ke Dewan

Pabrik Tensindo, perusahaan yang didirikan oleh Tjipto Sisiwojo pada tahun 1978 yang berproduksi di Jalan Kaligawe Km 5 ini tengah berada dalam kondisi sulit. Sebanyak 125 karyawannya mengaku tidak menerima gaji sejak Oktober lalu. Bahkan tujuh di antaranya tidak menerima gaji sejak bulan September.
Kondisi ini terungkap saat para buruh mengadukan nasibnya ke Komisi D DPRD Kota Semarang, Kamis (14/11). Di depan sekretaris Komisi D Fajar Adi Pamungkas dan Kadisnakertrans Kota Semarang Gunawan Saptogiri, General Manager (GM) Tensindo Darius Limantara mengatakan, kondisi pabrik tidak kondusif setelah ada konflik antara pengelola pabrik dengan direksi.

Buruh Pilih Demo Daripada Diskusi dengan Ganjar

Kalangan buruh memilih terus berdemo daripada bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mendiskusikan upah minimum kota (UMK). Menurut mereka, pertemuan itu tak akan ada gunanya.
"Hari ini Ganjar mengajak kita bertemu, no way!," kata Koordinator Aksi Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng, Selasa (26/11).
Ribuan buruh kembali mendemo gubernuran, kemarin. Mulai pukul 14.00, satu demi satu elemen buruh berdatangan ke depan gerbang Gubernuran. Selain Gerbang, ada juga buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), Kahutindo, dan Federasi Serikat Pekerja Independen (FSPI).
Aksi yang diikuti sekitar dua ribuan orang itu kontan memacetkan Jalan Pahlawan. Polisi terpaksa menutup jalan protokol itu dari kedua arah.

Dokter Demo, Kok Seperti Buruh

Rencana demo sejumlah dokter se-Indonesia di Bundaran HI, Rabu (27/11/2013) besok, sebagai bentuk solidaritas tiga dokter yang divonis melakukan malpraktik di Menado, ditanggapi beragam sejumlah pasien.
Sejumlah pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Podomoro Sunter, Jakarta Utara, misalnya, menyayangkan rencana aksi demo tersebut.
"Harusnya para dokter melakukan cara yang lebih elegan, diskusi atau apalah, kalau mereka melakukan demo sama saja dong seperti buruh," ujar Alfa Restu (28), pasien di RSIA Hermina Podomoro Sunter Jakarta Utara, yang sedang memeriksakan kandungannya, Selasa (26/11/2013) malam.
Menurutnya, rencana demo para dokter bukanlah cara elegan, mengingat mereka memiliki intelektual yang tinggi.