Ketika
perusahaan tempat saya bekerja mengalami kemunduran dan mulai bekerja
sama dengan perusahaan luar negeri (Uni Emirat Arab), maka ketika itu
pula terjadi perubahan yang signifikan. Perubahan itu ditandai dengan
rasa stres yang dialami baik oleh karyawan ekspatriat pemberi pekerjaan
maupun karyawan lokal pelaksana pekerjaannya.
Enam
tahun kemudian, sekarang, di perusahaan yang sama yang sudah dikuasai
oleh perusahaan asing lainnya (Jepang) itu masih terlihat beberapa
karyawan ekspatriat dan lokal yang sama-sama stres. Beberapa karyawan
senior yang sudah tidak tahan mengajukan pengunduran diri, resign.
Sudah tentu pengunduran diri yang sangat merugikan kedua belah pihak,
karyawan tidak mendapatkan pesangon meski sudah bekerja puluhan tahun
dan perusahaan kehilangan karyawan pengalaman. Boleh jadi karyawan yang resign itu berprinsip rejeki pemberian Tuhan, dimana saja bisa mencarinya.