Tuesday, November 19, 2013

Kebiasaan Buruk Karyawan Indonesia

Ketika perusahaan tempat saya bekerja mengalami kemunduran dan mulai bekerja sama dengan perusahaan luar negeri (Uni Emirat Arab), maka ketika itu pula terjadi perubahan yang signifikan. Perubahan itu ditandai dengan rasa stres yang dialami baik oleh karyawan ekspatriat pemberi pekerjaan maupun karyawan lokal pelaksana pekerjaannya.
Enam tahun kemudian, sekarang, di perusahaan yang sama yang sudah dikuasai oleh perusahaan asing lainnya (Jepang) itu masih terlihat beberapa karyawan ekspatriat dan lokal yang sama-sama stres. Beberapa karyawan senior yang sudah tidak tahan mengajukan pengunduran diri, resign. Sudah tentu pengunduran diri yang sangat merugikan kedua belah pihak, karyawan tidak mendapatkan pesangon meski sudah bekerja puluhan tahun dan perusahaan kehilangan karyawan pengalaman. Boleh jadi karyawan yang resign itu berprinsip rejeki pemberian Tuhan, dimana saja bisa mencarinya.

Rekannya dipecat, karyawan rumah sakit demo

Puluhan karyawan Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, berunjuk rasa di halaman rumah sakit. Mereka menuntut penjelasan pihak rumah sakit terkait adanya pemecatan sembilan orang rekannya beberapa hari lalu.

Aksi damai para karyawan dengan membentangkan spanduk bertuliskan protes tersebut, sempat dihadang petugas keamanan dengan cara dirampas.

Akibat itu, beberapa demonstran pun terjatuh dan terseret hingga mengalami luka-luka.

Ketua SBSI Rumah Sakit PGI Cikini, Edwin Hutagalung, mengatakan pemberhentian 9 orang rekannya tersebut dikarenakan adanya arogansi pengurus yayasan.

"Apakah ini ada kaitannya karena mereka mempertanyakan proses pemilihan pengurus baru yang tidak sesuai undang-undang," ungkapnya, Senin (18/11/2013).

Ditambahkannya, pemberhentian rekan-rekannya tersebut tanpa ada panggilan atau penjelasan lebih dulu dari pihak rumah sakit.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit PGI Cikini, Rosiana, mengatakan tidak mengetahui adanya unjuk rasa dan pemecatan sembilan karyawan rumah sakit.

“Kami belum dengar pemecatan itu, begitu juga kalau ada demo. Karena memang tadi sedang ada acara pelantikan,” jelasnya singkat.






Sumber : sindonews.com

Monday, November 18, 2013

UMK tinggi, perusahaan ancam hengkang dari Sidoarjo

Beberapa pengusaha mengancam akan hengkang dari Sidoarjo. Hal ini dilakukan bila nantinya Upah Minimum Kabupaten (UMK) nilainya terlalu tinggi.

Ancaman beberapa pengusaha itu disampaikan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo. "Ada beberapa pengusaha yang mengaku akan memindah usahanya di daerah lain yang UMK-nya lebih rendah dari Sidoarjo," ujar Ketua Apindo Sidoarjo Sukiyanto, Senin (18/11/2013).

Apa yang disampaikan sejumlah pengusaha itu bukan main-main. Mereka akan memindah usahanya di Lamongan, karena di daerah ini UMK-nya jauh lebih murah.